Mahasiswa Memilih Diam

Wednesday, 2 May 2018 0 komentar


Mahasiswa Memilih Diam

Ketika dosen bersabda,
Siapa yang ingin bertanya?
Hening, mahasiswa terdiam
Tak ada satupun yang mengangkat tangannya
Mungkin tangan dan pikirannya takut
Terlalu takut untuk bertanya, dan salah
Rasa salah yang mecengkram pikiran,
hingga tangannya kelu, pikirannya kaku
lidahnya beku, hatinya membisu

Ketika ada acara himpunan maupun organisasi
Pesertanya selalu sama, tak ada yang berubah
Kemanakah yang lain?
Kuliah, lalu pulang
Tidur larut, bangun kesiangan
Makan, minum, melihat pesan
Berita terbaru dibacanya antusias
Sementara buku disimpannya rapi
Sampai lupa dibaca, atau bahkan sengaja

Saat terjadi diskusi,
Sedikit yang terlibat
Dan berani mengungkapkan pendapatnya
Mereka yang lain mungkin malu
Sebab terbiasa mendengar, bukan memahami
Terbiasa diam, enggan berpikir
Terbiasa menghafal, jarang menanggapi
Memang menghafal itu penting
Diam itu baik
Dan mendengar itu cemerlang
Tetapi kalau tidak memahami
Maka untuk apa akal pikiran diciptakan oleh-Nya?

Ketika perpustakaan hampa
Koleksinya berdebu
Kegiatannya menjemukan
Mahasiswa tak betah disana
Sebab katanya tak boleh berisik
Padahal disana ada sumber-sumber mata air
Untuk mereguk nikmatnya ilmu pengetahuan
Aneh memang, tapi begitulah kenyataan



Di sudut pandang berbeda, terdapat beberapa mahasiswa
Mereka berpikir kritis dan bertindak
Lalui lisan maupun tulisan
Lisannya tajam tapi tak berbahaya
Tulisannya lembut menyentuh hati
Beruntung masih ada mereka
Hingga yang lain bisa ikuti
Menapaki jejak langkahnya
Telah ada yang mempelopori
Tidak hanya diam, ketika ada masalah dan diskusi

Malang, 30 September 2017



0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberikan komentar menggunakan bahasa yang baku dan tanpa singkatan. Terima kasih atas perhatiannya, semoga sukses :)

 

©Copyright 2011 Aldi Rahman Untoro | TNB