Change Leadership Non-finito

Sunday, 8 April 2018 0 komentar
Change Leadership Non-finito
Aldi Rahman Untoro





Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), praktisi manajemen dan penulis serangkaian buku mengenai perubahan dan manajemen. memimpin sebuah sosial entreprise yaitu Rumah Perubahan dan menjadi komisaris di beberapa perusahaan. Mempunyai relasi yang kuat pada dunia usaha dan pemerintah. Menyelesaikan program doktornya dari University of Illinois at Urban.

Zona baru ialah wilayah para pemimpin perubahan yang disebut dengan change leader. Mereka orang yang berani meningggalkan zona zaman, demi memburu harapan baru dimasa depan. Mereka tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga masyarakat. Filosofi non-finito ialah pemimpin meninggalkan warisan hasil kerjanya, karyanya walaupun yang belum selesai. Sebab pemimpin menghadapi ketidakpastian, uncertanty.

Mereka yang menolak perubahan akan kehilangan kenikmatan untuk belajar hal baru. Manusia dimanjakan untuk mengambil jalan maupun belajar yang mudah. Kalau hanya mau belajar hal yang mudah, maka organisasi dan pemerintahan akan mengalami dysfunction (lumpuh). Untuk apa membangun sesuatu yang dampaknya baru lama dirasakan? Bukankah hal itu hanya akan menguntungkan bagi mereka yang memimpin di masa depan? Ganjaran apa yang didapat change leader dalam membangun masa depan? Bahkan tak jarang proses yang amat sangat meletihkan dihadapi, dan bisa jadi proyek itu tak selesai (non-finito).

Pemimpin yang berorientasi pada hambatan, biasanya mencari solusi bagaimana untuk menghindari masalah, seakan-akan ia mencari solusi, tetapi sebenarnya tidak sampai menyentuh pada akar permasalahan. Sementara pemimpin perubahan mencari solusi dan tidak menghindari hambatan. Hambatan atau masalah dilihatnya sebagai tantangan. Ia bahkan berani mengambil risiko dengan menghadapinya. Ia menginspirasi berbagai orang disekitarnya untuk bersama-sama untuk menghadapi tantangan tersebut.

Disiplin memang menjadi kunci keberhasilan. Riset jeff wolf dalam bukunya seven disciplines of a leader (2014), disiplin yang dilakukan seorang diri sangat mampu memberikan dampak yang signifikan bagi pelakunya. Jika dilakukan bersama-sama maka efektivitas jauh lebih tinggi, dan hasil yang diperoleh jauh lebih banyak. Jim Collins dalam bukunya good to great betapa pentingnya culture of discipline. Semua lembaga (perusahaan, pemerintah, institusi publik) mempunyai budaya, beberapa diantaranya punya disiplin, tetapi sedikit sekali individu yang mempunyai budaya disiplin.

Ketika anda mempunyai orang-orang yang disiplin, maka kita tidak memerlukan hierarki. Ketika kita mempunyai pikiran yang disiplin, maka kita tak memerlukan birokrasi. Ketika kita memiliki tindakan yang disiplin, maka tidak lagi dibutuhkan kontrol yang berlebihan. Keterampilan meregulasi diri dimulai dari mengendalikan perhatian dan perbuatan, kemampuan mengelola daya tahan, menghadapi tekanan, menunda kenikmatan, ketekunan menghadapi kejenuhan dan kecenderungan untuk menyalahkan rencana.

If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are leader” John Quincy Adams.

Pemimpin yang kerdil memiliki visi jangka pendek dan hanya memburu popularitas semata. Pemimpin yang takut bermimpi besar. Pemimpin yang tak punya nyali mewujudkan legacy. Pemimpin yang takut memulai, karena khawatir tak mampu menyelesaikannya. Pemimpin yang picik khawatir kelak karyanya kelak diklaim menjadi pemimpin berikutnya, yang menuntaskan proyek yang sudah dimulainya.

Buku Change Leadership karya Rhenald Kasali ini membahas mengenai pemimpin perubahan. Dimana tanpa perubahan berarti tak akan ada kemajuan, tak ada pembaharuan. Walaupun perubahan memang tidak menjanjikan keberhasilan tetapi keberhasilan seringkali diawali dengan perubahan. Perubahan awalnya memang tidak enak, dan banyak orang yang membenci perubahan. Tetapi perubahan ialah suatu keniscayaan yang harus dilakukan. Beragam contoh mengenai kepemimpinan dan perubahan dijelaskan secara rinci dan mudah dipahami.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberikan komentar menggunakan bahasa yang baku dan tanpa singkatan. Terima kasih atas perhatiannya, semoga sukses :)

 

©Copyright 2011 Aldi Rahman Untoro | TNB