Pengalaman Menjadi Student Employee (SE) Fadel Muhammad Resource Center (FMRC)

Monday, 26 February 2018 0 komentar

Saya mendapat kesempatan untuk belajar bekerja dalam dunia profesional di Fadel Muhammad Resource Center (FMRC). FMRC sebuah ruang baca fakultas yang bertugas dalam memenuhi referensi mahasiswa dan civitas akademika, baik dalam membuat makalah maupun penelitian. Sebagai pusat sumber pembelajaran, FMRC menyediakan berbagai koleksi seperti koleksi referensi, umum dan sastra.

FMRC membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi Volunteer dan Student Employee (SE). Maka saya mencoba mengikuti program volunteer, selama kurang lebih enam bulan. Kemudian saya ditawarkan untuk menjadi Student Employee (SE). Sebenarnya saya ragu, apakah memutuskan untuk menjadi SE atau tetap fokus pada kuliah? Karena menjadi SE, artinya memiliki tanggungjawab yang lebih, dan tentu digaji, berbeda dengan volunteer.

Saya banyak belajar saat menjadi SE. Mulai dari klasifikasi, katalogisasi, resensi, preservasi, hingga melaksanakan acara dan program yang ada, seperti user of the month, bedah buku dan sebagainya. Hal ini menambah pengalaman sekaligus memahami bagaimana rasanya bekerja. Saya bisa berkolaborasi dengan yang lain. Selain melatih kerjasama, pun berlatih untuk memahami karakter orang lain.

3 bulan bekerja di ruang baca, menjadikan saya banyak belajar dari pengalaman. Gani, Rugayah, Dwi, Mbak Junita, Mbak Elsa, Mas Trimo, Mas Erlangga, Mbak Emi dan Pak Hendra, disini saya dibimbing bersama orang-orang yang berkualitas. Saya rasa pengalaman yang baik sekali bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang ingin mengetahui bagaimana rasanya bekerja, digaji, dan yang terpenting, demi meningkatkan soft skill.

Tugas saya melaksanakan salah satu program, yaitu User of The Month. Wawancara kepada pengguna yang aktif dan memiliki pengaruh, baik karena prestasi maupun karyanya. Dengan menginterview orang-orang hebat tersebut, kembali saya belajar berkomunikasi, mengatur jadwal, bertemu dan menginterpretasikan harapan dan gagasan narasumber. Narasumber ini beragam, bisa dosen, mahasiswa dan karyawan.



Kemudian ada berbagai program lain, seperti User Education, Bincang Santai dan Bedah Buku. Perpustakaan yang dikelola oleh mahasiswa, menurut saya justru akan membuat perpustakaan itu lebih aktif dan inovatif. Tentu mahasiswa ini harus dibimbing terlebih dahulu. Dengan bekal dari bangku kuliah, serta membebaskan mahasiswa dalam melaksanakan program, hal ini akan menghasilkan kegiatan yang lebih baik. Sebab mahasiswa cenderung berani mencoba. Apalagi jika mahasiswa diberikan apresiasi yang layak, sesuai dengan kinerjanya.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberikan komentar menggunakan bahasa yang baku dan tanpa singkatan. Terima kasih atas perhatiannya, semoga sukses :)

 

©Copyright 2011 Aldi Rahman Untoro | TNB