Mengenai Generasi Langgas

Sunday, 4 February 2018 0 komentar
Mengenai Generasi Langgas
Aldi Rahman Untoro



Menurut BAPPENAS, pada tahun 2015 jumlah millennials di Indonesia ialah 84 juta orang. Sementara total jumlah penduduk mencapai 255 juta. Berarti 33 % dari penduduk Indonesia adalah millennials.

Millennials di Indonesia terbagi menjadi tiga kelompok, yang pertama The Student Millennials (1993-2000) berusia 15 - 22 tahun. Smartphone mulai marak sejak mereka berumur 14 tahun, hingga ketika dewasa, membuka smartphone dan media sosial menjadi kegiatan sehari-hari. Kedua The Working Millennials (1987-1993) berumur 22 - 28 tahun. Mengalami ledakan social media saat mereka mulai masuk SMA. Yang terakhir The Family Millennials, mereka yang sudah mulai berkeluarga atau mulai memikirkan ke arah tersebut. Mereka berusia 28 - 35 tahun pada 2015. Mengalami masa transisi dari analog menjadi digital pada masa SMA.

Kita berada di era yang mengejar kecepatan, bukan perfection (kesempurnaan). Tidak seperti generasi sebelumnya yang menunggu sempurna. Dulu MS Word perlu sekian tahun untuk merilis versi baru, sekarang setiap bulan versi terbaru muncul. Menjadi generasi yang cepat namun bukan instan.

Generasi langgas ingin efficient, tidak membuang-buang waktu. Misalnya atasan menyuruh mengerjakan ini dulu. Tiga hari kemudian setelah selesai tugasnya, baru bilang seharusnya seperti ini dan seperti itu. Maksud atasan agar mereka belajar, tapi untuk generasi millennials, beri saja mereka contohnya, nanti mereka akan membuat yang lebih baik dari contoh tersebut.

Generasi yang menyukai pengembangan diri. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang sering terjebak zona comfort zone (zona nyaman), millennials menolak hal itu. Bahkan begitu pekerjaan mulai membosankan, mereka akan langsung mencari sesuatu yang baru. Menurut Alanda, hal itu bukan karena millennials tidak loyal, tapi mereka akan loyal pada hal-hal yang memang perlu disetiakan. Mereka akan loyal dengan tempat kerja saat menemukan sesuatu yang benar-benar mereka cari.

Generasi millennials menilai bahwa old values seperti hormat pada orangtua menjadi sesuatu yang sangat berharga. Maka generasi ini akan mempertimbangkan saran dari kedua orangtua, dan berlaku penuh hormat kepada kedua orangtua.

Para millennials kini lebih kritis dan berani menyampaikan pendapat. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung lebih hati-hati dalam menyampaikan pendapat.

Kata “Langgas” diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya “bebas”. Generasi yang begitu bebas karena memang besarnya peluang, dan berubahnya sifat orangtua yang lebih suportif dibanding orangtua generasi sebelumnya.

Menurut Alanda Kariza, tantangan bagi millennials adalah bisa punya kepala di langit, tapi kaki tetap menginjak tanah. Belajarlah tanpa henti. Dan berkolaborasi merupakan salah satu cara menahan diri agar tidak arogan.

Lakukan sesuatu yang kita bisa dengan sungguh-sungguh, dan kalau memang bisa, lampaui kemampuan diri, karena kita tidak akan pernah tahu hasilnya. Bagi Alanda, yang paling penting buat generasi langgas ialah belajar mendengarkan orang lain.

Kelly Clarkson dalam lagunya berkata, “What doesn’t kill you makes you stronger”. Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu semakin kuat. Pengalaman pahit, kejadian menyakitkan, akan menjadikan pembelajaran berharga. Dengannya kita semakin kuat dmenghadapi beragam masalah yang ada. Jangan menyerah dengan kegagalan, karena diujung sana telah menunggu keberhasilan.

Work life balance wins over money. Generasi langgas lebih memilih kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya, daripada mengejar gaji yang besar, tapi menyita hampir seluruh waktu mereka.

Buku berjudul, “Generasi Langgas” yang ditulis oleh Yoris Sebastian, Dilla Amran dan Youthlab begitu menarik. Tulisannya ringan, kreatif, informatif, dan inovatif. Gambar yang unik, warna yang memikat mata, serta dapat dinikmati dengan nyaman. Buku yang begitu inpiratif, ringan dan berisi. Generasi Milennial wajib baca buku ini.



0 komentar:

Post a Comment

Silahkan memberikan komentar menggunakan bahasa yang baku dan tanpa singkatan. Terima kasih atas perhatiannya, semoga sukses :)

 

©Copyright 2011 Aldi Rahman Untoro | TNB